ARSI tags

Editorial Policies

Focus and Scope

Jurmal Administrasi Rumah Sakit Indonesia (ARSI) memiliki fokus di bidang administrasi layanan kesehatan primer di rumah sakit di Indonesia. Adapun artikel atau naskah ilmiah yang dimuat dalam Jurnal ARSI mencakup ranah penelitian, studi kasus, atau konseptual yang masing-masing mengusung pilar corporate governance, clinical governance, atau keduanya (bridging). 

 

Section Policies

Articles

Checked Open Submissions Checked Indexed Checked Peer Reviewed
 

Publication Frequency

Jurnal

 

Open Access Policy

This journal provides immediate open access to its content on the principle that making research freely available to the public supports a greater global exchange of knowledge.

 

Archiving

This journal utilizes the LOCKSS system to create a distributed archiving system among participating libraries and permits those libraries to create permanent archives of the journal for purposes of preservation and restoration. More...

 

Editorial

"Dasar-dasar dapat diberikannya pelayanan kesehatan perorangan yang baik kepada masyarakat harus diciptakan.."

 

Pelayanan kesehatan merupakan hak setiap orang yang dijamin dalam Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang harus diwujudkan dengan upaya peningkatan derajat kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya. Adapun rumah sakit adalah salah satu sarana pemberi pelayanan publik berupa pelayanan kesehatan dengan peran yang sangat strategis dalam mempercepat peningkatan derajat kesehatan masyarakat tersebut. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit, rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan bagi masyarakat dengan karakteristik tersendiri yang dipengaruhi oleh perkembangan ilmu pengetahuan kesehatan, kemajuan teknologi, dan kehidupan sosial ekonomi masyarakat yang harus tetap mampu meningkatkan pelayanan yang lebih bermutu dan terjangkau agar terwujud derajat kesehatan yang setinggi-setingginya. Adapun rumah sakit mempunyai tugas memberikan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna. Untuk menjalankan tugas sebagaimana yang dimaksud, rumah sakit mempunyai fungsi yang salah satunya adalah penyelenggaraan pelayanan pengobatan dan pemulihan kesehatan yang sesuai dengan standar pelayanan.

Dalam rangka peningkatan mutu dan jangkauan pelayanan rumah sakit serta pengaturan hak dan kewajiban masyarakat dalam memperoleh pelayanan kesehatan, perlu dilakukan pengaturan rumah sakit itu sendiri. Hal ini dikarenakan rumah sakit adalah institusi pelayanan kesehatan peorangan dengan tugas, beban, masalah, dan harapan yang digantungkan kepadanya. Terlebih dalam implementasi jaminan sosial kesehatan nasional di Indonesia sejak awal 2014 lalu, pelayanan kesehatan perorangan kini tengah menjadi objek pengawalan yang menarik. Berkaitan dengan hal itu, Pasal 33 Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit telah menegaskan bahwa setiap rumah sakit harus memiliki organisasi yang efektif, efisien, dan akuntabel. Selanjutnya, Pasal 36 menjabarkan bahwa setiap rumah sakit harus menyelenggarakan tata kelola rumah sakit dan tata kelola klinis yang baik.

Perkembangan rumah sakit di Indonesia diikuti dengan perkembangan pola penyakit, perkembangan teknologi kedokteran dan kesehatan, perkembangan kebijakan yang terkait dengannya, serta perkembangan harapan masyarakat terhadap pelayanan rumah sakit. Kepuasan konsumen, baik internal selaku pemberi layanan maupun eksternal yakni masyarakat selaku pasien penerima layanan menjadi hal yang patut dipenuhi. Lambat laun, seiring dengan perkembangan dalam diri masyarakat Indonesia, kini pasien memiliki pertimbangan kualitas dalam memilih jasa pelayanan kesehatan yang ia butuhkan. Terdapat perubahan paradigma terkait kualitas yang mempengaruhi keputusan pasien dalam memilih jasa pelayanan kesehatan, dari service excellent, a clinical service excellence, hingga a patient safety. Namun berhubungan dengan hal tersebut, wajah pelayanan kesehatan perseorangan kini nyatanya masih diwarnai dengan maraknya pemberitaan tentang keluhan akan ketidaksesuaian antara harapan dan pelayanan kesehatan yang didapat yang berujung pada keterbatasan sumber daya sebagai akar penyebabnya.

Belajar dari apa yang telah terjadi, maka rumah sakit baik negeri maupun swasta dengan tuntutan pelayanan bermutu dan terjangkau oleh seluruh lapisan masyarakat seharusnya mulai berbenah. Sudah saatnya, rumah sakit membangun sistem manajemen yang baik yang dapat mengatur dan mengelola segala sumber daya yang dimilikinya secara efektif dan efisien. Seperti apa yang disampaikan oleh NHS Department of Health di tahun 1998, clinical governancedan corporate governance yang berkualitas menjadi hal yang tidak dapat ditawar lagi. Dengan consumer value, clinical performance & evaluation, clinical risk management, serta professional development & management yang diusung keduanya, rumah sakit akan memiliki kerangka kerja yang kuat agar akuntabel dalam meningkatkan kualitas pelayanannya secara terus menerus dan menjaga standar pelayanan yang tinggi dengan menciptakan lingkungan di mana pelayanan medis dapat berjalan dengan baik.


 


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.