e-ISSN 2338-6037       print ISSN 2338-1426

Hubungan Tingkat Stres dan Intensitas Dismenore pada Mahasiswi di Sebuah Fakultas Kedokteran di Jakarta

Font Size:  Small  Medium  Large

Hubungan Tingkat Stres dan Intensitas Dismenore pada Mahasiswi di Sebuah Fakultas Kedokteran di Jakarta

Yenny Rusli, Yohanna Angelina, Hadiyanto Hadiyanto

Abstract


 

Dismenore merupakan salah satu gangguan ginekologis yang paling sering dialami perempuan. Salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko terjadinya dismenore adalah stres. Penelitian potong lintang dilakukan terhadap mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya angkatan 2015- 2017 (n=228). Penelitian dilakukan Januari-Februari 2018. Tingkat stres ditentukan menggunakan kuesioner Depression Anxiety Stress Scale (DASS). Intensitas dismenore ditentukan dengan kuesioner Visual Analogue Scale (VAS) dan Verbal Multidimensional Scoring system (VMS). Persentase responden yang mengalami stres adalah 32,9%. Persentase responden yang mengalami dismenore adalah 68,9% (VAS) dan 63,2% (VMS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat stres dan intensitas dismenore (p<0,001) dengan korelasi cukup, baik berdasarkan VAS (koefisien korelasi=0,327) maupun VMS (koefisien korelasi=0,323). Kesimpulan penelitian ini adalah terdapat hubungan yang bermakna antara tingkat stres dan intensitas dismenore pada mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya angkatan 2015-2017.

Kata kunci: Stres, dismenore, mahasiswi kedokteran.

 

 

The Association between Stress Level and Dysmenorrhea Intensity among Female Students in One Medical Faculty in Jakarta

 

Abstract

Dysmenorrhea is one of the most common gynecological disorders. One factor that can increase the risk of dysmenorrhea is stress. A cross sectional study was conducted on female medical students of Atma Jaya Catholic University of Indonesia class of 2015-2017 (n=228). Stress level was determined by Depression Anxiety Stress Scale (DASS) questionnaire. Dysmenorrhea intensity was determined by Visual Analogue Scale (VAS) and Verbal Multidimensional Scoring system (VMS) questionnaire. There were 32,9% respondents experienced stress. Respondents who experienced dysmenorrhea were 68,9% (VAS) and 63,2% (VMS). The result showed there was significant association between stress level and dysmenorrhea intensity (p<0,001), either based on VAS (correlation coefficient=0,327) or VMS (correlation coefficient=0,323). The conclusion is there was significant association between stress level and dysmenorrhea intensity among female medical students of Atma Jaya Catholic University of Indonesia class of 2015-2017.

 

Keywords: Stress, dysmenorrhea, female medical students.

 


Keywords


stres;dismenore;mahasiswi kedokteran

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.