e-ISSN 2338-6037       print ISSN 2338-1426

Deteksi Antigen pada Kriptokokosis

Font Size:  Small  Medium  Large

Deteksi Antigen pada Kriptokokosis

Robiatul  Adawiyah, Ridhawati  Syam

Abstract


AbstrakKriptokokosis  merupakan  infeksi  sistemik  yang  disebabkan  Cryptococcus  sp.  Predileksi jamur tersebut adalah susunan saraf pusat dan selaput otak. Terdapat 5 spesies Cryptococcus sp. yang menyebabkan penyakit pada manusia; yang paling banyak adalah Cr. neoformans dan Cr.  gattii.  Diagnosis kriptokokosis ditegakkan berdasarkan gejala klinis, pemeriksaan laboratoris PCR. Pemeriksaan secara morfologi dengan tinta India positif  bila jumlah sel jamur 10 sel/ml spesimen. Kultur dilakukan di media sabouraud dextrose agar (SDA) dan niger sheed agar (NSA), jamur  tumbuh  setelah  5­7  hari.  Deteksi  antigen  dan  antibodi  dilakukan  pada  cairan  tubuh  dan tidak membutuhkan waktu lama. Deteksi antibodi Cr.neoformans memiliki kelemahan yaitu tidak menunjukkan hasil positif pada infeksi akut, IgA masih positif setelah 1­2 tahun fase penyembuhan, IgG  dapat  persisten,  pada individu  imunokompromis menunjukkan hasil  yang  sangat  kompleks dan dalam menentukan diagnosis sering tidak  konsisten. Polisakarida  adalah komponen paling berperan dalam virulensi Cr. neoformans. Komponen polisakarida terutama glucuronoxylomannan merupakan petanda penting dalam diagnosis kriptokokosis secara serologis. Deteksi antigen Cr. neoformans memiliki kelebihan yaitu menunjukkan hasil positif pada infeksi akut/kronis, sensitivitas antigen yang minimal tetap dapat mendiagnosis kriptokokosis. Kata kunci: Cr. neoformans, glucuronoxylomannan, antigen

AbstractCryptococcosis is systemic infection that caused by Cryptococcus sp. Predilection of this fungi is the central nervous system and brain membrane. There are 5 species of Cryptococcus sp. that cause  cryptococcosis  in  human;  but  the  majority  are  caused  by  Cr.  neoformans  and  Cr.  gattii. The diagnosis of cryptococcosis is made based on clinical symptoms, laboratory and radiological PCR. Morphological examination with India ink is positive when the number of fungi is around 10 10 cells/ml. Cultur examination is performed in Sabouraud dextrose agar (SDA) and niger sheed agar (NSA) medium, fungi grows in 5­7 days. Antigen and antibody detection could be performed on result in acute infection, IgA still positive after 1­2 years of healing phase and IgG can be persistent. The immunocompromised person showed very complex result and inconsistent in determining the diagnosis. Polysaccharides are the most instrumental component in Cr. neoformans virulence. The component of Polysaccharide especially glucuronoxylomannan is the most important marker in the diagnosis of cryptococcosis. Antigen detection of Cr. neoformans can show positive result in acute/ Keywords: Cr. neoformans, glucuronoxylomannan, antigen

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.