e-ISSN 2615-2894       print ISSN 2301-9816

Social Construction of Women Holding the Position of Tunggu Tubang in South Sumatra

Font Size:  Small  Medium  Large

Social Construction of Women Holding the Position of Tunggu Tubang in South Sumatra

Prawinda Putri Anzari, Billy Kurniati Sarwono

Abstract


Wanita Tunggu Tubang secara paradoks memegang baik posisi terhormat maupun subordinat dalam komunitas Semende. Mereka bekerja untuk melestarikan budaya dan melakukan tugas mereka, namun pada saat yang sama mereka harus menghadapi berbagai masalah di ruang publik. Pertanyaan penelitian ini  adalah bagaimana posisi ini secara sosial dibangun, dan teori yang diterapkan untuk menjawab pertanyaan adalah teori konstruksi realitas sosial. Pendekatan yang  dipakai adalah kualitatif, dengan paradigma konstruksionisme kritis dan teknik sampling kriteria. Kegiatan para wanita dalam penelitian ini diamati dalam jangka waktu dua minggu, dan dua informan kunci dengan pekerjaan yang berbeda, kelas sosial, dan tempat tinggal diwawancarai. Studi ini menunjukkan bahwa konstruksi yang bias gender telah diproduksi dan direproduksi melalui penyebaran keyakinan seperti itu sejak kecil dan dominasi merajes di ranah sosial. Selain itu, perempuan Tunggu Tubang melihat posisi dan peran mereka sebagai takdir dan identitas budaya yang harus mereka terima. Namun, perspektif semacam itu tidak begitu luas di kalangan informan yang tinggal di daerah yang lebih maju karena gaya hidup mereka lebih berorientasi ekonomi dan praktis.

 

The Tunggu Tubang women paradoxically hold both a respectable as well as subordinate position in the Semende community. They work to preserve the culture and perform their duties, yet at the same time they have to face various problems in the public sphere. The research question herein is how this position is socially constructed, and the theory applied to answer the question is that of the construction of social reality. The method chosen is that of the qualitative research, coupled with the critical constructionism paradigm and criterion sampling technique. The activities of the women in this study were observed in a period of two weeks, and two key informants with different jobs, social classes, and places of residence were interviewed. This study indicates that a gender-biased construction has been produced and reproduced through propagation of such belief since childhood and dominance of the Merajes in social realms. In addition, Tunggu Tubang women perceive their position and role as their destiny and a cultural identity which they have to assume. Such perspectives, however, are not as pervasive among informants living in more advanced areas as their lifestyle is more economy-oriented and practical


References


Alfirahmi. (2015). Politisi Perempuan di Masyarakat  Matrilineal Minang- kabau: Studi Realitas Konstruksi Sosial Terhadap  Peran Politisi Perempuan. Thesis.  Jakarta: Universitas Indonesia.

Alnashava, P. (2012). Representasi Kekerasan Simbolik pada Hubungan Romantis Dalam Serial Komedi  Situasi How I Met Your Mother. Thesis.  Jakarta: Universitas Indonesia.

Arifin, Z. (2015). Tunggu Tumbang: Marginalisasi  Perempuan Semende.

Proceeding  at Conference  International  Indonesian  Forum for Asian Studies (IIFAS) and the Faculty of Social and Political Sci- ences Andalas University.

Berger, P. L & Luckmann, T. (1990).  Tafsir Sosial Atas Kenyataan: Risalah Tentang Sosiologi  Pengetahuan.  Trans. Hasan Basari. Jakarta: LP3ES.

Bungin,  B. (2011). Penelitian  Kualitatif. Jakarta: Kencana  Predana Me- dia.

Candraningrum, D. (2015). Budaya, Tradisi, Adat. Jurnal Perempuan 84,

:4-5.

Creswell, J. W. (1998). Qualitative Inquiry and Research Design, Choos- ing. Among  Five Traditions.  Thousand  Oaks,  California:  Sage Publication.

                        . (2014).  Research  Design  Qualitative, Quantitative  and Mixed Methods  Approaches. Fourth Edition.  Thousand  Oaks, CA: Sage Publication.

Dova, H.S, Yanzi, H.,  Nurmalisa, Y. (2016). Peranan Tokoh Adat dalam Mempertahankan Adat  Tunggu  Tubang  pada  Masyarakat  Se- mendo. Jurnal Kultur Demokrasi, 4 (5), 3-14

Eriyanto. (2002). Analisis Framing:   Konstruksi Ideologi, dan Politik Me- dia. Yogyakarta: LKIS.

Fakih, M. (2003). Pengantar.  In Verayanti, L., Herlina,  L., Hertha, D. & Zubur,  Z.,   Partisipasi  Politik Perempuan  Minang  dalam  Mas- yarakat Matrilineal. Jakarta: Asia Foundation.

Febriyanti. (2016). Faktor-Faktor Pendukung  Eksistensi Budaya Tunggu Tubang pada Masyarakat Semende di Pekon Way Petai Keca- matan Sumberjaya  Kabupaten  Lampung  Barat. FKIP Universi- tas Lampung.

Griffin, E. A. (2011). A First Look at Communication Theory. Eight Edition.

New York:  McGraw-Hill.

Heiner, R. (2006). Social Problems: An Introduction  to Critical Construc- tionism. New York: Oxford University Press.

Hereyah,  Y. (2012).    Menggugat Kesetaraan  Gender  Sebagai  Vision Bangsa. http://digilib.mercubuana.ac.id/manager/t!@file_ar- tikel_abstrak/Isi_Artikel_334242135348.pdf.

Hutapea,  Y & Tamrin, D.T. (2009).  Eksistensi  Tunggu  Tubang  sebagai Upaya  Mempertahankan Sumber  Daya  Lahan  Berkelanjutan. Jurnal Balai  Pengkajian  Teknologi  Pertanian  Sumatra  Selatan,

5, 1-11.

Kasiyan.  (2008). Manipulasi dan Dehumanisasi Perempuan dalam Iklan.Yogyakarta: Ombak.

Kumurur, V.A. (2010). Pembangunan  Kota dan Kondisi Kemiskinan Per- empuan. Manado: Universitas Sam Ratulangi.

Lengermann,  P. M. & Brantley,  J.M. (2003).  Classical  Feminist Social Theory. In Barry Smart & George Ritzer (eds.), Handbook of So- cial Theory (pp. 125-137). London: Sage Publication.

Littlejohn, Stephen W & Karen A. Foss. (2011). Theories of Human Com- munication. International Edition. Belmont, CA: Thompson High- er Education.

Mardinsyah,  M. (2015).  Kritik Amina  Wadud  Dalam  Tradisi  Penafsiran

Alquran:  Kajian  Hermeneutika  Feminisme.  Jurnal  Perempuan,

20 (1).

McQuails, D. (2002). McQuails’s Reader in Mass Communication Theo- ry. Thousand Oaks: Sage Publication.

Neuman, W.L. (2006). Social Research Methods: Qualitative and Quan- tiative Approaches. Toronto: Pearson.

Parera, F.M. (1990). Pengantar.  In Berger,  P. L & Luckmann,  T. (1990).Tafsir Sosial Atas Kenyataan: Risalah Tentang Sosiologi Penge- tahuan. Trans. Hasan Basari. Jakarta: LP3ES.

Patton,  M.Q.  (2002).  Qualitative  Research  and  Evaluation  Methods. Third Edition. Thousand Oaks, California: Sage Publication.

Purnama,  L. (2001).  Apa  Kabar  Perempuan  Daerah?.   Jurnal  Perempuan,  17,  41-57.

Richmond-Abbott, M. (1992).  Masculine  and  Feminine:  Gender  Roles Over the Life Cycle. Second Edition. New York: McGraw-Hill. Samovar, L.S & Porter, R.E. (2010). Communication  Between  Cultures.

Seventh Edition. California: Wardsworth & Thomson Learning. Sarwono, B. K.   (2013). Saatnya Media  Pro Perempuan:  Kajian Media Dalam Perspektif Gender. Jogjakarta: Lingkar Media

                       .  (2014).  The  Never-Ending   Problem  Named  Female Migrant Workers:   A Critical  Discourse  Analysis of Indonesian Media.   Journal of Applied  Journalism  and Media  Studies,   3 (1), 11-26.

Situmorang, S.T. (2015). Diskriminasi Agama & Adat Dalam Naskah Oto- nomi Daerah. Jurnal Perempuan, 84, 108-119.

Verayanti, L., Herlina, L., Hertha, D. & Zubur, Z. (2003).  Partisipasi Poli- tik Perempuan  Minang  dalam  Masyarakat  Matrilineal.  Jakarta: Asia Foundation.

Vida, H. D. (2012). Peran Perempuan Dalam Membangun Kesejahteraan Keluarga. Proceedings of Seminar and National Conference on Communication Science in Serang: FISIP UNTIRTA.

 

 


Keywords


Tunggu Tubang, women, social construction, matrilineal, gender

Full Text: PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.