Jurnal Psikologi Sosial, Vol 15, No 1 (2017)

Font Size:  Small  Medium  Large

Orientasi Keberagamaan Ekstrinsik dan Fundamentalisme Agama pada Mahasiswa Muslim: Analisis dengan Model Rasch

Susilo Wibisono, Muhammad Taufik

Abstract


Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan keterkaitan antara orientasi keberagamaan ekstrinsik dan fundamentalisme agama pada kalangan mahasiswa Muslim. Hal yang membedakan penelitian ini dengan berbagai penelitian sebelumnya tentang fundamentalisme terletak pada perbedaan konseptual. Landasan awal dikembangkannya penelitian ini adalah pada lahirnya prasangka atas konsep fundamentalisme, khususnya pada kalangan muslim. Dalam kajian sebelumnya, peneliti telah mengembangkan konsep fundamentalisme dengan membaginya menjadi dua bentuk, yaitu fundamentalisme patologis dan fundamentalisme non-patologis. Fundamentalisme patologis mengacu pada sikap kaku, tertutup dan menolak perbedaan pada domain agama Islam yang sifatnya partial (furuu’). Fundamentalisme bentuk inilah yang menjadi fokus dalam penelitian ini. Orientasi keberagamaan ekstrinsik dikembangkan berdasarkan definisi Allport & Ross (1967), namun dengan indikator-indikator yang disesuaikan pada konteks muslim. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan model Rasch sebagai model pengukuran yang lebih kuat secara metodologis. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi positif antara orientasi keberagamaan ekstrinsik dan fundamentalisme agama pada kalangan mahasiswa Muslim dengan nilai R = 0,329 dan p = 0,002 (p<0,01).

 

This research aims to understand the relationship between extrinsic religious orientation and religious fundamentalism among Muslim students in Indonesia. For the purpose of this study, we focuses on the pathological fundamentalism as opposed to non-pathological fundamentalism. Extrinsic religious orientation was developed based on the concept of Allport and Ross (1967) with a contextual indicators for Muslim in Indonesia. Data was analyzed by Rasch model to gain a logit score for variables. The correlation between two variables is emerged by using each the logit scores. The result of analysis showed a positive correlation between extrinsic religious orientation and religious fundamentalism among Muslim students with R = 0,329 (p<0,01).

 


Full Text: PDF (Bahasa Indonesia)

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Cited by:

google_scholar_for_jps_702

Indexed by:

one_search_for_jps_702 isjd_for_jps_702 base_for_jps_702 logo_sis_702 crossref_702 drji_702

View JPS Statistic

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.