Jurnal Psikologi Sosial, Vol 15, No 2 (2017)

Font Size:  Small  Medium  Large

Orientasi dominasi sosial sebagai alternatif untuk melihat sikap implisit terhadap sistem sosial yang timpang: Adaptasi skala orientasi dominasi sosial7 (SDO7 scale)

M. Himawan T. Arifianto

Abstract


Penelitian ini merupakan adaptasi dari konseptualisasi dan pengukuran yang baru dari orientasi dominasi sosial (perbedaan individu pada preferensi untuk hirarki dan ketimpangan berbasis kelompok) yang dinamakan SDO7S. Alat ukur SDO7S ini memiliki dua dimensi, yaitu dominasi (SDO-D) dan egalitarian (SDO-E). SDO-D merupakan preferensi untuk sistem dominasi berbasis kelompok, yang mewakili penjelasan bahawa kelompok dengan status tinggi secara langsung menekan kelompok dengan status ren­dah. SDO-E merupakan preferensi dari sistem ketimpangan berbasis kelompok yang di­pertahankan dengan hubungan antara ideologi dan pengaturan sosial yang mendukung adanya hierarki dalam sistem sosial. Adaptasi SDO7S ini melibatkan 200 partisipan (69% perempuan; Musia= 21.6 tahun). Dalam adaptasi alat ukur ini, ditemukan dua item yang bermasalah, yaitu item nomor 1 (SDO1) dan 2 (SDO2). Kedua item ini dikeluarkan dari analisis. Hasil uji reliabilitas menunjukkan bahwa alat ukur adaptasi SDO7S merupakan alat ukur yang reliabel, begitu juga dengan uji validitas yang mengukur bahwa alat ukur adaptasi SDO7S merupakan alat yang valid dalam mengukur orientasi dominasi sosial. Hasil analisis faktor konfirmatori menunjukkan bahwa model dua dimensi dalam orientasi dominasi sosial, yaitu dominasi (SDO-D) dan egalitarian (SDO-E) tidak fit dengan data. Sedangkan model empat faktor dari orientasi dominasi sosial (D-Pro, D-Con, E-Pro, dan E-Con) merupakan model teoretis yang sesuai dengan data. Adaptasi alat ukur SDO7S menunjukkan bahwa pengukuran orientasi dominasi sosial memiliki empat faktor, yang terdiri dari dua dimensi dan masing-masing dua sub-dimensi pada dimensinya.

 

 

This research is an adaptation of new conceptualizations and measurements of social domination orientation (individual differences in preferences for group-based hierarchy and inequality) called SDO7S. This SDO7S measuring instrument has two dimensions, namely dominance (SDO-D) and egalitarian (SDO-E). SDO-D is a preference for group-based domination systems where groups with high status directly suppress groups with low sta­tus. SDO-E is a preference of a group-based inequality system that is maintained by the relationship between ideology and social arrangements that support the existence of hierarchies in social systems. This SDO7S adaptation involved 200 participants (69% women; Mage = 21.6 years). In this measurement adaptation, two invalid items were found, item number 1 (SDO1) and 2 (SDO2). Both of these items were excluded from the analysis. Reliability test results indicate that the SDO7S adaptation measuring instrument is a reliable measuring tool, as well as validity testing that measures that the SDO7Sadaptation measuring instrument is a valid tool in measuring social dominance orientation. The results of the confirmatory factor analysis show that the two-dimensional model in social domination orientation, namely dominance (SDO-D) and egalitarian (SDO-E) are not fit with the data. Whereas the four-factor model of social dominance orientation (D-Pro, D-Con, E-Pro, and E-Con) is a theoretical model that fits the data. The adaptation of the SDO7S measuring instrument shows that the measurement of social dominance orientation has four factors, consisting of two dimensions and two sub-dimensions in each dimension.


Full Text: PDF (Bahasa Indonesia)

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Cited by:

google_scholar_for_jps_702

Indexed by:

one_search_for_jps_702 isjd_for_jps_702 base_for_jps_702 logo_sis_702 crossref_702 drji_702

View JPS Statistic

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.