Jurnal Psikologi Sosial, Vol 16, No 1 (2018)

Font Size:  Small  Medium  Large

“Aku Mau Bantu Karena Aku Merasa Dekat”: Peran Identity Fusion sebagai Moderator dalam Pengaruh Jarak Sosial terhadap Perilaku Berdonasi Kepada Lembaga Amal

Giovanno Rachmat, Amarina Ariyanto, Whinda Yustisia

Abstract


Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa jarak sosial memiliki peranan penting dalam menjelaskan perilaku donasi. Hal ini didasari pada ide bahwa seseorang akan lebih mau berdonasi pada orang dengan keanggotaan kelompok yang sama. Namun kenyataannya, individu memiliki tingkat kedekatan dengan kategorisasi sosial tertentu. Bisa saja, secara objektif individu memiliki latar belakang keanggotaan kelompok yang sama dengan target donasi. Namun, secara subjektif individu merasa identitas personalnya tidak terlalu dekat dengan kategorisasi sosial tersebut sehingga individu tidak terlalu merasa dekat dengan target donasi dan pada gilirannya tidak meningkatkan kecenderungan donasi. Penelitian ini berupaya memahami lebih jauh pengaruh kedekatan sosial dengan perilaku donasi dengan mempertimbangkan peran identity fusion sebagai moderator. Penelitian eksperimen dilakukan pada 110 mahasiswa dengan kriteria mahasiswa aktif S1 Universitas Indonesia dan beragama Islam (M=19,87, SD=1,10). Penelitian ini menggunakan 2 (Jarak sosial: besar vs. kecil) x 2 (identity fusion: kuat vs. lemah) between subject design. Hasil analisis menunjukkan bahwa 15,30% varians perilaku berdonasi dapat dijelaskan oleh jarak sosial, F(5,104)= 3.756, p= 0,04), meski jarak sosial tidak memiliki significant unique effect terhadap perilaku berdonasi. Namun, terdapat pengaruh interaksi yang signifikan antara jarak sosial dan identity fusion (b= 0,456, SE= 0,187, 95% CI [0,086, 0,826], t= 2,443, p= 0,016). Secara spesifik, jarak sosial mempengaruhi perilaku berdonasi secara signifikan ketika tingkat identity fusion rendah (b= -0,704, SE= 0,268, 95% CI [-1,235, -0,173], t= -2,631, p= 0,010) tetapi tidak ketika tingkat identity fusion tinggi.

 

 

Previous studies showed that social distance has an important role in explaining donation behavior. This is built on the notion that a person is more likely to give donation to someone with similar group memberships.  However, each person has different levels of proximity (or distance) towards the target with group memberships. Objectively, they may have the same social background. Subjectively, however, the person may perceive that their personal identity not closely related to the social group in common that might cause to perceive a distant to the target and cosequently would not be able to increase donation behavior. This study attempted to further understand the relationship of social distance with donation behavior by examining the fusion identity as moderator. One hundred and ten undergraduate Muslim students of Universitas Indonesia (M=19.87, SD=1.10) were recruited as participants. We used 2 (social distance: near vs. distant) x 2 (identity fusion: high vs. low) between subject design. The analysis showed that 15.30% variance donation behavior can be explained by social distance, F(5,104)= 3.756, p=0.04, though social distance did not have a significant unique effect towards donation behavior. However, there was a significant interaction effect between social distance and identity fusion (b=0.456, SE= 0.187, 95% CI [0.086, 0.826], t= 2.443, p= 0.016268, 95% CI [-1.235, -0.173], t= -2.631, p=0.010) but not when the identity fusion is high.). Specially, social distance affected donation behavior when the identity fusion is low (b= -0.704, SE= 0.

 

 


Full Text: PDF (Bahasa Indonesia)

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Cited by:

google_scholar_for_jps_702

Indexed by:

one_search_for_jps_702 isjd_for_jps_702 base_for_jps_702 logo_sis_702 crossref_702 drji_702

View JPS Statistic

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.